Kemenangan Si Polos

Saya punya teman. Sri namanya. Orangnya polos. Beberapa teman lain malah menyebutnya o'on. Suaminya menyebut Sri sebagai si lontong. Tapi bagi saya, Sri adalah si polos.

Sering dalam obrolan, Sri tampil dengan wajah polosnya, mendelikkan matanya, tertegun, lalu bertanya apa arti kata yang baru saja saya atau teman lain pakai. Setelah diberitahu Sri lalu mengeluarkan tanggapan khasnya: "oohh, ya ya ya." Padahal kata yang kami pakai bukanlah kata yang jarang terdengar dan memiliki pengertian akademis yang sangat tinggi. Hanya saja memang Sri orangnya polos.

Sri si polos tidak pernah malu bertanya bahkan untuk hal-hal, yang menurut kami, semua orang sudah tahu. Sri sering menjadi tameng kami saat malu bertanya karena sudah merasa pintar dan harusnya tahu segala hal. Sri tanpa sadar seringkali menjadi pencari tahu dalam pertemanan kami.

Suatu hari Sri bercerita bahwa dia pergi ke sebuah bioskop baru dan modern di sebuat mal baru di kota tempat saya tinggal. Ia begitu ingin menonton film yang bahkan malu saya tonton karena begitu banyaknya celaan beredar di dunia maya tentang film tersebut. Sri tetap pada tekadnya. Tanpa teman, dia berangkat ke mal tersebut. Iapun tertegun melihat antrian yang mengular saat hendak membeli tiket. Tanpa pikir panjang, iapun berjalan ke bagian depan barisan, lalu bertanya pada salah seorang yang sedang mengantri:
"Mbak, ini antrian untuk film A kan?" Sri.
"Iya, betul." Mbak.
"Mau nggak mbak saya gantiin ngantri, tapi saya sekalian beli tiket? Jadi mbak bisa duduk-duduk di sebelah sana, biar saya yang berdiri."
Mungkin karena wajahnya yang polos, tanpa maksud berbuat curang atau licik, maka si mbak mengiyakan tawaran si Sri. Jadilah Sri dapat tiket tanpa harus mengantri lama.

Kejadian itu membuat saya sadar, mungkin sebenarnya polos itu hanyalah persepsi yang didekatkan dengan kebodohan. Padahal bila melihat si Sri maka sebenarnya pintar juga dia. Saya, yang merasa tidak polos dan pintar, rasanya tidak akan pernah melakukan apa yang dia lakukan di bioskop itu. Maka di situlah letak kemenangan si polos. Sri. Teman saya.

0 comments:

Post a Comment